WIYATABUDAYA: Jurnal Pendidikan Dalam Konteks Humaniora

Jurnal Wiyatabudaya merupakan jurnal open acces sebagai sarana media dikusi, deskripsi, dan pengembangan ilmu pendidikan yang memuat naskah-naskah ilmiah dan penelitian empiris. Jurnal Wiyatabudaya menerima artikel pada bidang pendidikan dalam konteks humaniora dengan menggunakan berbagai metode yang memenuhi standar publikasi dalam jurnal ini. Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Wiyatabudaya adalah ilmu pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia, pendidikan seni, bahasa dan sastra daerah, budaya dan tr... Readmore

Current Issue

Jurnal Wiyatabudaya merupakan jurnal open acces sebagai sarana media dikusi, deskripsi, dan pengembangan ilmu pendidikan yang memuat naskah-naskah ilmiah dan penelitian empiris. Jurnal Wiyatabudaya menerima artikel pada bidang pendidikan dalam konteks humaniora dengan menggunakan berbagai metode yang memenuhi standar publikasi dalam jurnal ini. Fokus dan Ruang Lingkup Jurnal Wiyatabudaya adalah ilmu pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia, pendidikan seni, bahasa dan sastra daerah, budaya dan tradisi lisan yang terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei dan November.

e-issn: xxxx-xxxx

Published
2025-11-01

Articles

IDENTIFIKASI STILISTIKA PADA ASPEK BUNYI IRAMA DALAM WAWANCAN/PUISI LAMPUNG "BANYU/ WAY" KARYA SUKU ABUNG

Stylistics is intended to explain something that exists in the world of literature and to explain the artistic function, the function of beauty, in other words, stylistics explains the function of beauty in the use of language forms in poetry. Rhythm is the regular alternation of length, short, ups and downs and loudness and softness of spoken sounds. Data collection on aspects of sound. In poetry, it is not only to obtain a poetic effect in the form of poetry, but also to have other effects, for example the effect of beauty in the form of rhythmic sound, orchestration, melody. Apart from rhyming, the arrangement of words in a line of poetry can create a melodic, rhythmic sound and that will make the poem more beautiful, like a song. The aim of this research is to find out the sound aspect of the rhythm in the poem "BANYU/ WAY" by SUKU ABUNG. The data collection method uses the literature review method as a first step in preparing a research framework in order to obtain similar information through books, journals, literature or magazines. Results of this research Poetry can attract a lot of interest from readers and listeners, not only to see, read and hear, but also to interpret the contents of the poetry.   Stilistika dimaksudkan untuk menerangkan sesuatu yang ada didalam dunia kesastraan dan untuk menerangkan fungsi arsitik, fungsi keindahan dengan kata lain stilistika menjelaskan fungsi keindahan dalam penggunaan bentuk bahasa dalam puisi .Irama merupakan pergantian panjang pendek, turun naik dan keras lembutnya ucapan bunyi secara teratur Pendataan aspek bunyi pada puisi tidak hanya untuk memperoleh efek kepuitisan yang berwujud persajakan saja, tetapi mempunyai efek efek lain contohnya efek keindahan berwujud keritmisan bunyi,orkestrasi,melodius. Selain bersajak, susunan kata didalam larik puisi itu dapat membuat suara yang melodis, ritmis dan itu akan membuat puisi menjadi lebih indah seperti nyanyian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aspek bunyi pada irama dalam puisi "BANYU/ WAY" karya SUKU ABUNG. Metode pengumpulan data menggunakan metode kajian kepustakaan untuk sebagai langkah awal menyiapkan kerangka penelitian agar memperoleh informasi yang sejenis melalui buku,jurnal ,literatul atau majalah. Hasil dari penelitian ini puisi dapat menarik banyak minat para pembaca serta pendengar bukan hanya sekedar untuk melihat,membaca dan mendengar saja tapi ingin mengartikan isi dari puisinya.

ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA ANTOLOGI PUISI SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUISI KARYA JOKO PINURBO

Poetry is a type of literary work that conveys ideas and feelings of the poet with language as a beautiful medium bound by structure, rhythm, and rhyme. This research aims to conduct a semiotic study of Ferdinand de Saussure on the poetry anthology "Selamat Menunaikan Ibadah Poisi" by Joko Pinurbo with each poem entitled "Pulang Malam", "Pada Mata", and "Ranjang Ibu". The semiotic analysis in this study aims to explore the deeper meaning of a poem by identifying and explaining the relationship between words and symbols used by the poet. The qualitative method was chosen because it allows us to give a richer and deeper interpretation of the poems. The results show that the poems are rich in symbolism that refers to various themes such as love, loss, hope, and death.   Puisi adalah jenis karya sastra yang menyampaikan ide dan perasaan penyair dengan bahasa sebagai media indah yang diikat oleh struktur, irama, dan rima. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian semiotika Ferdinand de Saussure pada antologi puisi “Selamat Menunaikan Ibadah Puisi” karya Joko Pinurbo dengan masing-masing puisi yang berjudul “Pulang Malam”, “Pada Matanya”, dan “Ranjang Ibu”. Analisis semiotika dalam penelitian ini bertujuan untuk menggali makna yang lebih dalam dari sebuah puisi dengan cara mengidentifikasi dan menjelaskan hubungan antara kata-kata dan simbol yang digunakan penyair. Metode kualitatif dipilih karena memungkinkan kita untuk memberikan interpretasi yang lebih kaya dan mendalam terhadap puisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi tersebut kaya akan simbolisme yang mengacu pada berbagai tema seperti cinta, kehilangan, harapan, dan kematian.

KAJIAN STILISTIKA DALAM KUMPULAN PUISI SUARAMU JALAN PULANG YANG KUKENALI KARYA ADIMAS IMMANUEL

Stylistic study on Adimas Immanuel's poetry book, Your Voice is the Way Home that I Recognize. The three main objectives of this study are to reveal the use of diction; the use of images and poetry; and the majas contained in Adimas Immanuel's poetry. To answer these problems, there are three stylistic approaches used. The results show that Adimas Immanuel's poems use a lot of frontal and easy-to-understand language; five poem titles were used as data for this study. Diction is used to describe circumstances related to love. It gives a clear picture of the reader's state. Majas has the purpose of enhancing the meaning of poetry through the use of aesthetic sentences.   Kajian Stilistika pada buku puisi Adimas Immanuel, Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali. Tiga tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkapkan penggunaan diksi; penggunaan gambar dan puisi; dan majas yang terkandung dalam puisi Adimas Immanuel. Untuk menjawab masalah ini, ada tiga pendekatan stilistika yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi karya Adimas Immanuel banyak menggunakan bahasa yang frontal dan mudah dipahami; lima judul puisi digunakan sebagai data penelitian ini. Diksi digunakan untuk menggambarkan keadaan yang berkaitan dengan cinta. Cipta memberikan gambaran yang jelas tentang keadaan pembaca. Majas memiliki tujuan untuk meningkatkan makna puisi melalui penggunaan kalimat yang estetis.

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM PUISI EPIGRAM 60 KARYA JOKO PINURBO (KAJIAN STILISTIKA)

Poetry is an intellectual expression that uses rhyme and a methodical framework to arouse emotions and stimulate the senses. Stylistics is the area of literary science that focuses on object- based style. Language style serves as the research object. One of the things that makes poetry better is linguistic style, which includes the author's viewpoint that enhances the writer's words or language. There are four categories of language styles: repetitious, connective, contrastive, and comparative. Examining the language types in Joko Pinurbo's collection of poetry "Epigram 60" is the goal of this study. The poems "Tembang Tidur," "Kesusu," and "Anak Wesel" are among the sources of data used in this investigation. Qualitative research methodology is used. Stylistic analysis techniques are used in the study of Joko Pinurbo's collection of poems "Epigram 60": (1) reviewing earlier studies on the poems in the book, (2) taking notes or writing down passages from the poems, and (3) examining the language styles and meanings in the quoted passages. Based on the results presented, the stylistic devices used in the book Epigram 60 by Joko Pinurbo, specifically in the poems titled 'Tembang Tidur,' 'Kesusu,' 'Anak Wesel,' and 'Parkiran Elit,' include comparative language, irony, metonymic connections, and repetition.   Puisi adalah ekspresi intelektual yang menggunakan rima dan kerangka kerja sistematis untuk membangkitkan emosi dan merangsang indra. Stilistika adalah bidang ilmu sastra yang berfokus pada gaya berdasarkan objek. Gaya bahasa berfungsi sebagai objek penelitian. Salah satu hal yang membuat puisi lebih baik adalah gaya bahasa, yang mencakup sudut pandang penulis yang memperkaya kata-kata atau bahasa penulis. Ada empat kategori gaya bahasa: repetitif, konektif, kontrastif, dan komparatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jenis-jenis bahasa dalam kumpulan puisi Joko Pinurbo “Epigram 60”. Puisi-puisi “Tembang Tidur”, ‘Kesusu’, dan “Anak Wesel” merupakan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini. Metodologi penelitian kualitatif digunakan. Teknik analisis gaya bahasa diterapkan dalam studi kumpulan puisi Joko Pinurbo “Epigram 60”: (1) meninjau studi sebelumnya tentang puisi-puisi dalam buku tersebut, (2) mencatat atau menuliskan kutipan dari puisi-puisi, dan (3) menganalisis gaya bahasa dan makna dalam kutipan yang dipilih. Berdasarkan hasil yang disajikan, perangkat stilistik yang digunakan dalam buku Epigram 60 karya Joko Pinurbo, khususnya dalam puisi berjudul ‘Tembang Tidur,’ 'Kesusu,‘ 'Anak Wesel,’ dan ‘Parkiran Elit,’ meliputi bahasa perbandingan, ironi, hubungan metonimik, dan pengulangan.  

ANALISIS KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA PUISI “TEDUH HUTAN JATI” DAN “BERJALAN DI PEMATANG SAWAH” KARYA BAMBANG SUPRANOTO

This research analyzes two poems by Bambang Supranoto, namely "Shady Teak Forest" and "Walking On The Rice Fields", using Ferdinand de Saussure's semiotic theory with a descriptive qualitative approach. This semiotic theory focuses on the relationship between signifier and signified in poetry. The aim of this research is to reveal the meaning contained in the language elements used by poets to convey messages and emotions. The results of the analysis show that in the poem "Shady Teak Forest", markers such as "wind" and "lush teak leaves" describe the soothing calm of nature, with signs of peace and blessings given by God through nature. Meanwhile, in the poem "Walking On The Rice Fields", markers such as "joyful singing" and "lush rice" describe an atmosphere of joy and gratitude for God's grace which is manifested from fertile nature. This second poem shows the harmony between humans and nature, as well as the importance of protecting and being grateful for the existence of nature as a gift from God. It is hoped that this research can add more insight into the dynamics of signs in poetry and enrich readers' understanding of the hidden meanings contained in literary works.   Penelitian ini menganalisis dua puisi karya Bambang Supranoto, yaitu “Teduh Hutan Jati” dan “Berjalan di Pematang Sawah”, menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure dengan  pendekatan kualitatif deskriptif. Teori semiotika ini menitikberatkan pada hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified) yang ada dalam puisi. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap makna yang terdapat dalam elemen-elemen bahasa yang digunakan oleh penyair untuk menyampaikan pesan dan emosi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam puisi “Teduh Hutan Jati”, penanda seperti “angin” dan “rimbun daun-daun jati” menggambarkan ketenangan alam yang menyejukkan, dengan petanda berupa kedamaian dan keberkahan yang diberikan Tuhan melalui alam. Sedangkan dalam puisi “Berjalan di Pematang Sawah”, penanda seperti “lagu gembira” dan “rimbun padi” menggambarkan suasana gembira dan rasa syukur terhadap karunia Tuhan yang tercermin dalam alam yang subur. Kedua puisi ini menunjukkan keharmonisan antara manusia dengan alam, serta pentingnya menjaga dan mensyukuri keberadaan alam sebagai berkah Tuhan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan lebih dalam tentang dinamika tanda dalam puisi dan memperkaya pemahaman pembaca terhadap makna tersembunyi yang terkandung dalam karya sastra.

Indexer Sites